Bedah Kekuatan Si Maung Vs. Arema #Persib #PersibNuAink

Waktu berlalu sedemikian cepat, tak terasa kick off kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia, dengan nama: Go-Jek Traveloka Liga 1, akan bergulir dalam hitungan hari, tepatnya pada tanggal 15 April 2017 mendatang.

Hal penting yang menjadi menarik perhatian pada pertandingan pembuka tanggal 15 April 2017, adalah adanya big match mempertemukan tuan rumah Persib Bandung yang akan menjamu tim kuat, Arema FC.

Berkaca pada hasil pertandingan pemanasan, dimana hasilnya sungguh jauh sangat berbeda, idealnya Coach Djanur harus lebih hati – hati menurunkan komposisi pemain yang akan dimainkan pada laga pembuka Vs. Arema. Mengingat, persiapan tim yang kurang ideal, dimulai dari kedatangan Marquee Player yang berdekatan dengan pelaksanaan liga, berubahnya jadwal pertandiingan ujicoba, masih adanya pemain yang cedera (dalam tahap pemulihan), serta yang terpenting yang perlu dicermati adalah komposisi pemain muda (untuk memenui regulasi baru Liga 1) ternyata performanya masih belum memuaskan buat Coach Djanur, bagus di latihan tapi tidak muncul ketika pertandingan uji coba.

Mari kita coba bedah kekuatan yang saat ini dimiliki oleh Persib:

Kiper

Untuk posisi kiper, Coach Djanur tidak terlalu dipusingkan mengingat memiliki komposisi yang ideal. I Made Wirawan dan M. Natshir memiliki level skill yang ngga jauh berbeda, yang membedakan adalah cara mengatasi tekanan pertandingan. Sejauh ini, Made dan Deden, mempunyai kapasitas yang mumpumi. Sementara Imam Fadilah, andaikan ada format kompetisi seperti Piala Liga, layak untuk dicoba pada 1 / 2 pertandingan untuk lebih mengasah kemampuan bertanding. Untuk pertandingan perdana lawan Arema FC, saya memilih M. Natshir, mengingat Made tidak dalam performa yang ciamik setelah sempat mengalami cedera.

Bek

Dengan aturan wajib menurunkan tiga (3) orang pemain U-23 minimal 45 menit, Coach Djanur harus bisa lebih jeli melihat potensi pemain yang saat ini dimiliki. Untuk posisi bek, dengan kebiasaan menurunkan 4 pemain belakang, Henhen Herdiana boleh dicoba untuk dimainkan, mengingat komposisi pemain bek, secara usia, agak berat apabila harus bermain selama 90 menit dan harus tampil dalam performa yang “kencang”. Pilihan saya untuk bek: Henhen, Vlado, Jupe dan TonCip.

Tengah

Depan

Komposisi lini tengah dan depan yang bikin pusing Coach Djanur. Persib masih mempertahankan komposisi pemain tengah yang telah dimiliki sejak digulirnya liga pengganti yaitu: Torabika Soccer Championship 2016 yang lalu. Dengan perginya Makan Konate dan sempat hijrahnya Dedi Kusnandar ke Malaysia, musim ini Persib menambah amunisi dengan adanya tambahan Raphael Maitimo dan Michael Essien. Melihat performa yang lumayan oke ketika pertandingan ujicoba Vs. Bali United, Essien layak untuk ditampilkan sebagai starter dan dengan menurunkan duo pemain U-23, Gian Zola dan Febri Haryadi. Untuk menambah kedalaman skuad pada pola 2 gelandang bertahan, Hariono layak untuk dikedepankan sehingga komposisi 5 pemain tengah pilihan saya adalah: Hariono, Essien, Gian Zola, Febri RX, Atep.

Posisi penyerang bikin pusing juga, akan tetapi pusing yang negatif, mengingat penyerang andalan, Sergio van Dijk dalam tahapan pemulihan cedera, dimana prediksinya baru bisa bermain di pertandingan ke-3 liga. Sedangkan Carlton Cole yang didatangkan untuk back up Sergio, secara fisik belum memenuhi standar, sehingga untuk 1 penyerang yang layak diturunkan, saya memilih Shohei Matsunaga. Matsunaga bisa bermain di posisi mana pun dan bisa tukar posisi dengan Atep, sehingga dengan komposisi ini, Persib akan bermain dengan pola false 9, tanpa penyerang, diharapkan perputaran pemain bisa lebih banyak dan bek Arema FC tidak bisa memprediksi siapa saja yang tiba – tiba akan menembus masuk ke dalam kotak penalti.

Semoga hasil maksimal diraih oleh Persib di pertandingan pembuka Vs. Arema FC.

Advertisements