Kaleidoskop 2010

Tahun 2011 sudah berlalu nyaris satu minggu lamanya, namun berikan ijin kepada saya untuk sedikit memberikan catatan, highlight atau pun kaleidoskop selama 2010 versi pribadi 😀

Satu hal yang pasti, tahun 2010 kemarin tahun yang penuh gejolak dan ritme. Ibarat roda berputar, kadang saatnya kita berada diatas, ada saatnya juga berada di bawah. Beberapa catatan utama yang berkesan buat saya adalah:

Kelahiran putra kedua kami, Fowler Farrel Aqil Nurachman. 9 Juni 2010, bertempat di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, menjadi moment yang membahagiakan karena Aa Jamie akhirnya memiliki seorang adik laki – laki melalui operasi caesar [kembali :D].

Sungguh sebuah proses yang bagi saya ibarat mimpi, karena sempat muncul ketakutan bahwa Aa Jamie akan menolak kehadiran adiknya. Seiring dengan keterlibatannya mengikuti proses persalinan Bundanya, mulai dari pertama kali masuk rumah sakit, kemudian detik – detik jelang dan setelah proses persalinan, lambat laun Aa Jamie menerima adiknya, walaupun dibeberapa kesempatan doi sedikit agak rewel karena cemburu.

Catatan berkesan berikutnya adalah berakhirnya rejim Hicks & Gillett di LIverpool FC. Proses panjang dan melelahkan sampai harus menjalani proses persidangan beberapa kali, rejim yang dirintis sejak 6 Februari 2007 akhirnya berakhir pada bulan Oktober 2010 kemarin. Pemilik yang baru, sama – sama dari Amerika Serikat, New England Sports Venture (NESV) yang dinahkodai oleh John W. Henry memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang lumayan banyak dimana yang paling utama adalah realisasi dari dibangunnya stadion baru yang sebelumnya akan dijanjikan dibuat namun terhadang masalah finansial.

Moment berikutnya yang membuat saya berkesan adalah Final Piala AFF 2010, leg ke-2 pada tanggal 29 Desember yang lalu. Walaupun secara hasil keseluruhan Indonesia harus menerima kenyataan untuk ke-4 kalinya menjadi runner up, namun suasana dan atmosfer serta kemeriahan yang terjadi berlangsung dengan aman, tentram dan bahagia. Tidak ada noda, dalam hal ini adalah kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan setelah pertandingan tidak terjadi pada hari itu dan bahkan yang terlihat adalah bagaimana suporter memberikan dukungan positif kepada Tim Nasional.

Suasana yang sangat jelas terlihat adalah ketika suporter bersatu untuk memberikan semacam pencerahan kepada pemegang status quo, bahwa rejim yang selama ini mereka pertahankan dan jalankan sudah sangat bobrok dan butuh penyegaran total untuk pembenahan dan perbaikan prestasi.

Catatan terakhir yang membuat saya sedih adalah mandeknya prestasi Liverpool FC diajang EPL. Walaupun pemilik berganti, namun dengan asumsi pemilik baru untuk tidak melakukan perubahan total mengingat keterbatasan budget dan juga adaptasi, membuat laju dan prestasi Liverpool FC sampai dengan hari ini tidak begitu mengesankan dan bahkan cenderung mengecewakan suporter. Ditambah dengan komentar – komentar pedas bin menyakitkan kepada Liverpudlian, bisa saya gambarkan bahwa musim kompetisi 2010 – 2011 menjadi musim yang sangat kelabu sepanjang sejarah saya mengikuti sepak terjang Liverpool FC dari semenjak kurang lebih 20 tahun.

Demikian sedikit catatan penting bagi saya yang menghiasi perjalanan hidup sepanjang 2010 kemarin. Semoga di tahun 2011 ini akan menjadi moment perbaikan di semua lini, Tetap memandang optimis bahwa akan adanya kejutan dan berkah yang luar biasa dari Allah SWT, Tuhan YME buat kita semua.

Catatan: saya lampirkan juga beberapa gambar yang terkait 🙂

Fowler1Fowler2Fowler3Fowler4Aa_jamie_sama_dede_farrelImg-20101231-00193Img-20101231-00194Img-20101231-00196Img-20101231-00195Img-20110102-00213Img-20110102-00223
Img-20101229-00169Img-20101229-00170Img-20101229-00171Img-20101229-00172Img-20101229-00173Img-20101229-00174