Empat Tahun yang Bermakna

Bingung harus memulai dari mana untuk mendeskripsikan apa yang saya rasakan saat ini. Sebuah periode yang membuat saya bertanya – tanya apakah saya saat ini sedang bermimpi ataukah tidak.

Empat tahun yang sungguh bermakna dimana didalamnya terdapat kejutan – kejutan yang membuat saya kehilangan kata – kata untuk mendeskripsikannya.

Moment ketika pertama kalinya melihat kilauan lampu ruang operasi, setelah sebelumnya kurang lebih selama 8 bulan ada didalam perut Bunda.

Moment pertama kalinya melalui penglihatan secara langsung diberikannya ASI oleh sang Bunda untuk kemudian pada bulan ke-6 or 7 diberikan makanan tambahan.

Moment ketika pertama kalinya belajar duduk, kemudian merangkak dan hingga saat ini susah untuk mengejarnya ketika sedang berlari didalam rumah.

Moment pertama kalinya bisa mengucapkan kata Ayah, Bunda, hingga saat ini bertanya banyak hal kepada saya dengan subjek – subjek yang membuat saya takjub serta coletahannya yang membuat saya terpaksa membandingkan kebawelannya dengan sang Bunda.

Moment pertama kalinya bisa melafalkan doa makan, tidur dan huruf Iqro [kurang lebih udah satu bulan ini belajar Iqro di dekat rumah 🙂 ]

Moment pertama kalinya menjaga dan berteriak minta tolong apabila mengalami kesulitan ketika sedang bermain dengan adiknya.

Yup, Empat Tahun penuh Makna yang membuat saya tidak percaya bahwa sosok Jamie Alief Hakam Nurachman akan memasuki periode – periode yang bisa dikatakan sulit dan membutuhkan ekstra kesabaran serta kewaspadaan dan tingkat pengendalian emosi yang cukup tinggi. Periode atau tahapan yang mana sosok Jamie Alief akan memasuki masa – masa sekolah.

Doa yang selalu tercurah disetiap kesempatan adalah bahwa kelak Jamie Alief menjadi sosok anak yang sholeh, pintar, berbakti kepada agama, orang tua dan menjadi sosok pelindung dan tauladan bagi adiknya beserta keluarga dan lingkungan sekitarnya. Serta yang terutama menjadi sosok yang sering mengingatkan ayahnya apabila ayahnya “lupa”

Sedikit menambahkan,

Semoga bisa ke depannya kelak, bisa memberikan bimbingan dan pengawasan yang positif dan maksimal buat Jamie Alief dan adiknya Fowler Farrel, dengan benchmark nya adalah apa yang telah “diwariskan” oleh kakek neneknya 🙂

Semoga…

Just FYI, Jamie Alief lahir di Ciledug, 26 Desember 2006.

Img-20101226-00133Img-20101226-00135Img-20101226-00142Img-20101226-00143Img-20101226-00144Img-20101226-00145Img-20101226-00146Img-20101226-00147Img-20101226-00148Img-20101226-00149Img-20101226-00150Img-20101226-00151Img-20101226-00152Img-20101226-00153

Remembrance Day

Perang_dunia

Penggemar Liga Inggris mungkin akan sedikit bertanya – tanya mengapa ada pin yang berbentuk seperti bunga yang tersemat di jas manajer beserta perangkat serta pejabat – pejabat teras tim EPL.

Tujuan dari penyematan pin tersebut adalah dalam rangka memperingati jasa – jasa para pejuang yang gugur di medan pertempuran Perang Dunia Pertama yang selalu diperingati setiap tanggal 11 November. BIsa dibilang sama dengan Hari Pahlawan yang selalu diperingati di tanah air setiap tangga; 10 November 2010.

Ada beberapa versi, mengingat negara yang terlibat di Perang Dunia Pertama terdiri dari negara2x yang tergabung dalam kelompok Kerajaan Inggris, Amerika Serikat, Eropa Barat dan Timur.

Terkait dengan hal itu, seperti yang disampaikan melalui website resminya, Liverpool FC akan mengenang peristiwa tersebut dengan mengheningkan cipta selama 2 menit pada pukul: 11:00 GMT

Artikel lengkap mengenai Hari Pahlawan di Inggris bisa diliat di halaman:

http://en.wikipedia.org/wiki/Remembrance_Day

You’ll Never Walk Alone!