Euforia Si Biru #Persib #PersibNuAink

Lama tidak menulis, semoga tidak menjadikan diri saya menjadi kagok untuk menulis (kembali). Sejatinya ada banyak hal yang ada di pikiran saya yang ingin dtuangkan dalam bentuk tulisan, namun apa daya semuanya hanya sekedar teori dan lewat begitu saja hanya berseliweran di awang – awang.

Edisi kali ini saya mencoba untuk sedikit menulis mengenai tim kebanggaan lokal saya, yaitu Persib Bandung.

Apabila mengikuti berita sepakbola nasional beberapa minggu terakhir ini, tentunya tidak akan lepas dengan sepak terjang manajemen Persib dalam menyiapkan kerangka untuk menyambut Kompetisi Sepakbola level tertinggi, yaitu Liga 1 yang diberi titel: Go-Jek Traveloka Liga 1.

Menyambut musim kompetisi Liga 1, setelah sebelumnya pada medio 2014 lalu QNB League dihentikan sebagai akibat “perseteruan antara Pemerintah dengan PSSI”, Persib Bandung membeli beberapa pemain, seperti: Dedi Kusnandar, Supardi Nasir, Achmad Jufriyanto, Wildansyah, Imam Arief, serta Shohei Matsunaga. Namun kemudian ternyata pembelian pemain yang dilakukan kurang mumpumi, mengingat prestasi yang ditoreh dalam perhelatan Piala Presiden 2017 yang lalu, hanya berada di posisi 3, dimana catatan yang mengemuka adalah Coach Djanur perlu sosok pemain tengah yang bertipe agak menyerang (AM – Attacking Midfielder) dan satu orang penyerang (striker) untuk mengurangi ketergantungan terhadap jasa Sergio van Dijk.

Tak tanggung – tanggung, manajemen Persib akhirnya memutuskan untuk membeli Michael Essien (34) yang mengecap bermain di beberapa klub tenar Eropa (Chelsea, Real Madrid dan AC. Milan) – yang akhirnya memaksa PSSI mengeluarkan aturan baru terkait dengan adanya status pemain marquee player diluar ketentuan pemain asing 2+1 (2 Non Asia & 1 Asia) dan dilanjut kemudian dengan kedatangan Carlton Cole (salah seorang pemain jebolan diklat Chelsea dan pernah 1 musim bermain dengan Essien) yang lama bermain di West Ham United dan pernah memperkuat Tim Nasional Senior Inggris sebanyak 7 kali.

Pertanyaan besar yang menanti adalah, seberapa besar kah ledakan yang ditampilkan oleh Essien dan Cole? Apakah akan memenuhi ekspetasi para bobotoh bahwa dengan kedatangan duo jebolan yang sama – sama pernah memperkuat tim dengan berkostum warna biru, akan menjadikan Persib tampil sebagai jawara di musim kompetisi kali ini dengan penampilan tim yang konsisten dan meraih hasil yang baik di setiap pertandingannya?

Efek yang lebih luas lagi, apakah dengan kehadiran mereka berdua akan memberikan manfaat bagi Persib dan sepakbola nasional? Idealnya sih, semoga Essien dan Cole bisa share bagaimana sepakbola di negara – negara Eropa itu dikelola, mulai dari infrastruktur, metode latihan dan juga hingga sampai bagaimana aturan – aturan kompetisi bisa diterapkan secara konsisten dan fair. Serta harapan yang tidak kalah pentingnya adalah konsistensi profesionalisme dari Essien dan Cole ketika menjalani kontrak yang terlah terjalin. Jangan sampai malah nantinya ada kesan mereka berdua di anak–emaskan mengingat label “pemain Eropa” dengan beragam prestasi yang telah diraih.

Semoga euforia Si Biru akan menjadi akhir yang manis bukan hanya buat Persib tapi juga buat sepakbola nasional secara keseluruhan, dimana geliat dan atmosfer untuk meningkatkan mutu kompetisi akan menjadi lebih menyala dan PSSI lebih jeli serta konsisten dan masuk akal dalam membuat aturan main kompetisi dimana muaranya atau akhirnya akan menciptakan sebuah tim nasional yang kuat di semua tingkatan usia.

Advertisements

Keep Calm and World Cup Will Entertain Us.. #WorldCup

 

Image

Bola itu bundar bung..

Kalimat sederhana yang memiliki makna mendalam untuk menggambarkan apa yang terjadi pada perhelatan Piala Dunia edisi ke-20, yang diselenggarakan di Brazil. Terlepas dari beberapa kontroversi yang melingkupinya, mulai dari buruknya persiapan venue pertandingan yang belum siap untuk digunakan padahal deadline yang diberikan oleh FIFA sebulan sebelum kick off semua venue harus sudah siap (dengan durasi persiapan yang jauh lebih panjang dibandingkan sebelumnya) serta protes dari masyarakat Brasil terkait dengan besarnya dana (yang idealnya untuk kepentingan rakyat) yang dikeluarkan pemerintah Brasil dalam menyiapkan event akbar ini.

Terlepas dari hal – hal yang disebutkan diatas, Piala Dunia kali ini menyajikan beberapa kejutan yang tak terduga, mulai dari hari pertama kegiatan. Diawali dari perlawanan yang cukup sengit diberikan oleh Kroasia di pertandingan pertama melawan favorit juara, tuan rumah Brasil, yang akhirnya kalah 3-1 dengan beberapa catatan penting terhadap kinerja wasit asal Jepang: Yuichi Nishimura.

Menyusul berikutnya adalah kejutan yang cukup besar datang dari tim – tim yang difavoritkan, seperti: Spanyol, Inggris, Italia dan Portugal yang mengepak koper lebih cepat karena tersingkir di putaran grup. Yang lebih tragis lagi adalah: Spanyol dan Portugal yang sempat mengalami kekalahan telak dari Belanda & Jerman, serta Inggris yang hanya mampu meraih 1 angka di pertandingan terakhir Vs. Kostarika.

Kejutan lainnya adalah munculnya beberapa tim kuda hitam, (bahkan beberapa diantaranya mampu lolos hingga ke babak Perempat Final) seperti: Cili, Yunani, Kosta Rika, Amerika Serikat dan Aljazair.

Cili mampu mengalahkan Spanyol dan menutup peluang Spanyol untuk berbicara lebih banyak. Yunani tampil mengejutkan karena pertama kalinya mampu lolos ke putaran 16 Besar, setelah mampu mengandaskan salah satu favorit di grup C yaitu Pantai Gading.

Amerika Serikat mampu mendobrak prediksi yang meragukan kiprah mereka di perhelatan Piala Dunia kali ini. Sebuah kejutan karena pelatih TimNas Juergen Klinsmann tidak membawa Landon Donovan ke Brasil, sehingga dikhawatirkan akan menjadi bulan – bulanan tim yang menghuni di grup G. Akan tetapi, prediksi tersebut dimentahkan dengan tampil cukup impresif, mampu mengalahkan Ghana, 2-1 serta nyaris menang atas Portugal.

Selain Yunani yang mampu pertama kalinya lolos ke putaran 16 Besar, Aljazair pun membukukan rekor yang sama. Lolos ke putaran 16 Besar setelah mampu mengandaskan perlawanan Korea Selatan dan menahan imbang Rusia di pertandingan terakhir.

Kredit tersendiri perlu diberikan kepada Kosta Rika (dan sampai hari ini sudah menjejakkan kakinya di babak perempat final), yang diluar dugaan mampu menjungkalkan semua prediksi yang ada, dengan tampil sebagai juara grup D, yang bisa dibilang sebagai grup neraka, karena dihuni tim: Uruguay, Italia dan Inggris.

Selain kejutan yang disebutkan diatas, Piala Dunia kali ini menjadi panggung utama untuk beberapa pemain yang tampil cukup ciamik serta impresif, mulai dari: penyelamatan gemilang Guillermo Ochoa ketika Meksiko Vs. Brasil di pertandingan ke-2 grup A, Tim Howard yang melakukan 16 kali penyelamatan ketika Amerika Serikat berhadapan dengan Belgia di putaran 16 Besar, Lionel Messi yang menjadi pahlawan bagi TimNas Argentina di laga Vs. Bosnia & Iran serta Swiss, hattrick yang mengagumkan dari Thomas Müller dan Xherdan Shaqiri serta ciamiknya penampilan dari James Rodríguez yang untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak dengan raihan 5 gol, melewati pencapaian dari Lionel Messi dan Neymar.

Putaran 16 Besar atau Babak Perdelapan Final baru saja selesai, tim – tim yang lolos ke babak Perempat Final untuk berjuang ke babak berikutnya adalah:

1. Brasil Vs. Kolombia

2. Prancis Vs. Jerman

3. Belanda Vs. Kosta Rika

4. Argentina Vs. Belgia

Akankah kejutan kembali muncul di babak Perempat Final? Saya pribadi, dengan melihat bagan skema yang ada, sangat berharap bahwa Final Idaman: Brasil Vs. Argentina bisa terealisasi. Akan menjadi pemandangan yang luar biasa, apabila final tersebut bisa terlaksana mengingat rivalitas yang menjadi latar belakang pertemuan TimNas Brasil Vs. Argentina di beberapa ajang kompetisi, terutama sekali Copa América.

Siapkan fisik kita untuk melihat sisa pertandingan yang ada, karena berbarengan dengan Bulan Suci Ramadhan dan aktivitas kantor sehari – hari yang tidak boleh ditinggalkan, mengakibatkan jam biologis tubuh akan mengalami perubahan yang cukup signifikan. Apabila kita tidak jaga, bisa jadi kondisi kesehatan akan menurun, sehingga “wajib” hukumnya menyiapkan strategi pola tidur agar kondisi fisik tetap prima.

Salam damai dan bahagia selalu…

Berikut adalah informasi lengkap mulai dari Putaran Grup, Bagan Putaran 16 Besar, Bagan Perempat Final hingga Final serta beberapa statistik pemain

ImageImage

 

quarter finals - finals

*Disarikan dari beberapa sumber…

Piala Eropa 2012, Polandia & Ukraina #EURO2012

Euro_2012_1

Gelaran turnamen sepakbola tertinggi antar negara di benua Eropa tinggal menghitung jam (WIB) dan menarik untuk mengutak – atik peluang negara mana yang akan menjuarai turnamen 4 tahunan ini.

Setelah bertanding dari babak kualifikasi mulai tanggal 11 Agustus 2010 hingga terakhir sampe dengan babak playoff terakhir tanggal 15 November 2011, tersisa 16 negara yang terbagi ke dalam 4 grup. Mari kita sedikit melakukan prediksi 2 tim teratas yang akan meneruskan kiprahnya di babak perempat final.

Grup A

Kekuatan yang cukup merata walaupun bisa dibilang bukan grup maut, berisi tim: Polandia sebagai host, Yunani, Rusia dan Rep.Ceko. Rusia berada di baris terdepan sebagai kandidat 2 tim dari grup A yang akan maju ke perempat final. Sisanya akan menjadi rebutan dari Yunani, Rep. Ceko dan Polandia. Polandia menjadi favorit terkuat, karena selain tuan rumah, penampilan tim besutan pelatih Franciszek Smuda tergolong cukup stabil karena menang di 3 pertandingan terakhir, Vs. Andorra, Slovakia dan Latvia serta mampu menahan tim Samba Eropa Portugal.

Grup B

Grup maut karena berisi Belanda, Denmark, Jerman dan Portugal. Belanda dan Jerman bisa menjadi kandidat, dengan catatan bahwa Portugal tidak terlalu bergantung dengan Cristiano Ronaldo dan Denmark wajib menampilkan performa dinamitnya seperti tahun 1992.

Mengapa Belanda dan Jerman, faktor utamanya adalah pemain yang berlaga di liga Inggris dan Spanyol serta dengan keberhasilan menjadi juara liga serta faktor mental ala mesin diesel Jerman dan Total Football Belanda yang bermain lugas, cepat serta dinamis (dengan catatan bermain kompak dan tidak egois). Yang mungkin bisa jadi batu sandungan buat Jerman adalah kondisi kemunduran psikologis sebagai efek dari kegagalan Bayern Muenchen di Final Liga Champions + gagal juara Liga dan Piala Liga.

Grup C

Kandidat kuat dari grup ini adalah Spanyol dan Italia. Grup yang dihuni oleh Spanyol, Italia, Irlandia dan Kroasia kalau ditilik dari kekuatan tim, Spanyol dan Italia bisa melewati hadangan Irlandia dan Kroasia. Komposisi pemain yang seimbang dan ngga beda jauh dengan materi ketika menjadi juara Eropa 2008 serta juara Dunia 2010 dan telah memiliki “chemistry” yang kuat merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki oleh Spanyol. Faktor yang mengganjal adalah kelelahan fisik yang berdampak kepada cederanya beberapa pemain, terutama sekali yang bermain di klub Real Madrid serta Barcelona yang melakoni laga lebih banyak mengingat partisipasi mereka di beberapa ajang kompetisi baik lokal maupun Eropa. Faktor lain yang mengganjal adalah friksi klub antara Real Madrid Vs. Barcelona, yang apabila terbawa hingga ke TimNas, alamat siaga 2 untuk partisipasi Spanyol di Piala Eropa tahun ini. Apabila di ajang 2008 ada Marcos Senna serta faktor Barca yang cukup dominan di liga ketika menjadi juara dunia, maka tahun ini ceritanya sangat berbeda.

Hal yang sama terjadi di TimNas Italia, faktor cedera pemain serta lebarnya gap pengalaman antara pemain “senior” dengan yang lebih muda, menjadi faktor yang bisa menjegal langkah Italia melaju ke babak perempat final.

Grup D

Prancis dan Inggris menjadi kandidat kuat untuk melaju ke babak perempat final. Grup yang terdiri dari Ukraina (Tuan rumah), Inggris, Prancis dan Swedia perbandingan komposisi kekuatan timnya kurang lebih sama dengan yang ada di grup C. Hal yang melemahkan dari Inggris adalah tidak bisa lepas dari bayang – bayang skorsingnya Rooney, mengingat secara materi pemain merupakan gabungan yang pas antara pemain yang memiliki pengalaman seperti Steven Gerrard, James Milner, Ashley Cole, John Terry serta talenta yang luar biasa dari diri Alex Oxlade-Chamberlain, Jordan Henderson, Theo Walcott, Ashley Young, Danny Welbeck dan Andy Carroll.

Demikian juga dengan Prancis, dengan komposisi pemain yang matang antara lain Philippe Mexès, Laurent Koscielny, Gaël Clichy, Franck Ribery, Samir Nasri, Yann M’Vila, Florent Malouda dan Karim Benzema, babak perempat final merupakan target minimum yang bisa diraih.

Jadwal lengkap pertandingan:

GRUP A

Polandia vs Yunani 8 Juni pkl 23.00 WIB, Warsaw

Rusia vs Rep Ceko 9 Juni pkl 01.45 WIB, Wroclaw

Yunani vs Rep Ceko 12 Juni pkl 23.00 WIB, Wroclaw

Polandia vs Rusia 13 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw

Yunani vs Rusia 16 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw

Rep. Ceko vs Polandia 17 Juni pkl 01.45 WIB, Wroclaw

GRUP B

Belanda vs Denmark 9 Juni pkl 23.00 WIB, Kharkiv

Jerman vs Portugal 10 Juni pkl 01.45 WIB, Lviv

Denmark vs Portugal 13 Juni pkl 23.00 WIB, Lviv

Belanda vs Jerman 14 Juni pkl 01.45 WIB, Kharkiv

Portugal vs Belanda 17 Juni pkl 01.45 WIB, Kharkiv

Denmark vs Jerman 18 Juni pkl 01.45 WIB, Lviv

GRUP C

Spanyol vs Italia 10 Juni pkl 23.00 WIB, Gdansk

Irlandia vs Kroasia 11 Juni pkl 01.45 WIB, Poznan

Italia vs Kroasia 14 Juni pkl 23.00 WIB, Poznan

Spanyol vs Irlandia 15 Juni pkl 01.45 WIB, Gdansk

Kroasia vs Spanyol 18 Juni pkl 01.45 WIB, Gdansk

Italia vs Irlandia 19 Juni pkl 01.45 WIB, Poznan

GRUP D

Perancis vs Inggris 11 Juni pkl 23.00 WIB, Donetsk

Ukraina vs Swedia 12 Juni pkl 01.45 WIB, Kiev

Swedia vs Inggris 15 Juni pkl 23.00 WIB, Kiev

Ukraina vs Perancis 16 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk

Swedia vs Perancis 19 Juni pkl 01.45 WIB, Kiev

Ingris vs Ukraina 20 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk

Perempat Final

Juara A vs Runner up B 21 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw (I)

Juara B vs Runner up A 22 Juni pkl 01.45 WIB, Gdansk (II)

Juara C vs Runner up D 23 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk (III)

Juara D vs Runner up C 24 Juni pkl 01.45 WIB, Kiev (IV)

Semifinal

Pemenang I  vs Pemenang II 27 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk (A)

Pemenang III  vs Pemenang IV 28 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw (B)

Final

Pemenang A  vs Pemenang B 1 Juli pkl 01.45 WIB, Kiev

*disarikan dari beberapa sumber*

Euro_2012

Jersey Baru Liga Inggris musim 2012 – 2013

Musim kompetisi 2011 – 2012 telah berakhir, walaupun kick off musim 2012 – 2013 masih lama dan bahkan ajang terbesar Piala Eropa 2012 belum digelar, namun gosip seputar transfer pemain dan pelatih sangat-lah ditunggu – tunggu perkembangan terkininya.

Hal lain yang tidak perlu dilewatkan juga adalah adanya pergantian desain kostum klub yang akan dikenakan di musim baru. Beberapa tim masih menggunakan sponsor lama dan yang paling fenomenal adalah nilai sponsor yang ditawarkan oleh Warrior kepada Liverpool FC yang mencapai angka 150 juta pounds untuk durasi 6 tahun. Sehingga bisa dibilang, 25 juta pounds dalam setahun musim kompetisi merupakan angka yang terbesar karena lebih dari 2x lipat nilainya dibandingkan dengan adidas yang sebesar 12 juta pounds serta dengan tim – tim yang ada di Liga Inggris, dimana yang paling tinggi dipegang oleh MU dengan nominal 23,5 juta pounds.

Berikut adalah beberapa gambar dari tim – tim yang sudah merilis secara resmi kostum yang akan digunakan pada musim 2012 – 2013.

LfcDirk_kuytNew_away_jerseyArsenalChelseaMan_cityMuNewcastleNorwichQprStokeSwanseaWigan

 

*disarikan dari beberapa sumber. Diantaranya: http://www.liverpoolfc.tv/http://www.telegraph.co.uk/sport/ http://www.independent.co.uk/sport/

 

Memberikan Edukasi, How to be a Good Suporter.. #1stMatch

Subjek diatas muncul sebagai respond dari perbincangan yang dilakukan antara saya dengan Sang Pujaan Hati ketika sedang membahas sepakbola SEA Games tahun ini.

Sebagaimana diketahui, gelaran SEA Games kali ini, Jakarta dan Palembang menjadi tuan rumah pelaksaan kompetisi multi event yang telah dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono.

Cabang olahraga sepakbola [khusus pemain U23 – maksimum berumur 23 tahun] SEA Games XXVI sendiri kick off pertamanya telah dimulai sejak tanggal 3 November 2011, dimana pertandingan pertamanya mempertemukan TimNas Vietnam Vs. Filipina.

Back to the story, pembahasan yang terjadi antara saya dan Sang Pujaan Hati seputar mengenai harga tiket masuk ke stadion dan juga betapa serunya bisa nonton langsung dengan mengajak Aa Jamie nonton secara langsung pertandingan Tim Nasional Indonesia dengan datang ke Senayan.

Efek dari obrolan tersebut saya langsung teringat bahwa ada 1 jadwal pertandingan Tim Nasional yang digelar di siang hari bolong, tepatnya jam 14:00. So, dengan perencanaan yang seadanya, diputuskan untuk menyaksikan laga Tim Nasional Vs. Singapura secara langsung ke stadion utama Gelora Bung Karno. Tepat di hari kamis minggu yang lalu langsung mengajukan cuti untuk tidak masuk kantor selama 1 hari untuk tanggal 11 November 2011 minggu lalu.

Akhirnya hari yang dinanti tiba. Saya dan Aa Jamie diberikan perbekalan yang cukup, kita berangkat dari rumah kurang lebih jam 09:30 WIB. Kenapa berangkat terlalu pagi? Asumsinya adalah karena pada hari itu adalah hari jumat, yang sebagaimana diketahui waktunya berdekatan dengan pelaksaan ibadah Sholat Jumat berjamaah, maka diputuskan untuk Sholat Jumat di Mesjid Al Bina Senayan, yang lokasinya sangat strategis dan juga dekat dengan loket penjualan tiket.

Tiba di pintu I kurang lebih 1 jam kemudian, dengan bantuan petugas keamanan yang menanyakan: “Bapak mau beli tiket?” Akhirnya saya dan Aa Jamie bisa masuk dan memarkirkan motor tepat disamping Mesjid Al-Bina. Pasang kunci ganda, langkah kaki penuh semangat menuju loket penjualan tiket yang berada di Pintu I. Ini adalah bagian dari edukasi #1 yaitu beli tiket di loket resmi dan sebisa mungkin menghindari yang namanya calo. Proses beli tiket di loket resmi berjalan lancar, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kurang dari 15 menit, tiket Kategori I sudah berada dalam genggaman tangan.

Kemudian karena berdekatan dengan waktu ibadah Sholat Jumat, maka edukasi #2 lakukan ibadah terlebih dahulu semoga diberikan kelancaran dan berdoa bagi kemenangan Tim Nasional tentunya 😀

Waktu menunggu Sholat Jumat yang agak lama, menyebabkan Aa Jamie ngga sabar dan selalu bertanya: “Ayah sudah jam 2 belum?” Sampai ketika khotib sedang memberikan ceramah, pertanyaan tersebut [kurang lebih] 4 kali terlontar dari mulut A Jamie ;))

Sekitar pukul 12:45, ibadah Sholat Jumat berjamaah selesai, dan masuk ke edukasi berikutnya adalah #3, isi perut terlebih dahulu biar badannya ngga ambruk. Memang sih, mencari makanan “sehat” di seputar stadion susah banget, akhirnya setelah ditimbang – timbang dengan cermat, dan sekaligus juga makanan favoritnya A Jamie adalah sesuatu hal yang terkait dengan mie, maka diputuskan untuk makan siang menunya adalah mie ayam + beli minuman isotonik untuk jaga kondisi supaya ngga terlalu drop banget.

Selesai makan, masih ada waktu yang cukup panjang sebelum kick off, diputuskan untuk masuk ke dalam stadion dan ini juga sebagai bagian edukasi #4, masuk stadion lebih dahulu dengan tujuan untuk mencari posisi yang pas untuk melihat pertandingan dan mudah untuk akses menuju pintu keluar. Mengingat butuh ekstra konsentrasi karena tidak ada siaran ulang dari gol yang terjadi apabila menonton langsung ke stadion.

Surprise, ketika masuk dari Pintu XI, sektor 21 – 22 suasananya masih sepi dan tidak terlalu ramai. Apakah karena waktunya tidak bersahabat buat suporter yang sedang bekerja? Pastinya itu 😀

Masuk stadion, antusiasme A Jamie semakin besar dan tentunya semakin semangat karena bisa tau kondisi stadion lebih detail dan krn kondisinya tdk terlalu rame, saya bebaskan untuk A Jamie bermain sepuasnya dengan pindah dari deretan kursi yang kita duduki, ke deretan depan dan belakang serta berlari – lari kecil. Sembari tetap mengingatkan untuk lebih hati – hati tentunya.

Muncul pertanyaan, “Ayah udah main bolanya belum sih?” ketika melihat punggawa Tim Nasional Indonesia sedang melakukan pemanasan. Lewat penjelasan sederhana, saya sampaikan bahwa mereka sedang melakukan pemanasan agar siap pada saat pertandingannya nanti.

Setelah kurang lebih hampir 1 jam menunggu kick off, akhirnya edukasi #5 diberikan, yaitu menghormati lagu kebangsaan tim lawan dengan berdiri dan menyimak dengan seksama untuk kemudian nantinya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Hasil akhir pertandingan Tim Nasional sudah diketahui, ada 2 hal yang coba saya bagi ke A Jamie yaitu edukasi #6: memberikan dukungan kepada tim dengan cara yang positif dengan menyanyikan yel – yel seperti: Garuda di Dadaku.

Dan edukasi yang terakhir #7 adalah terus memberikan dukungan, walaupun hasrat ingin pulang ke rumah begitu menggebu. Maklum, namanya juga anak – anak, rasa bosan tiba – tiba datang pada saat yang tidak tepat 😀

Hal menarik adalah ketika pertandingan babak pertama sudah digelar 30 menit, fokus perhatian A Jamie terpusat kepada 3 pasang maskot SEA Games 2011, yaitu Modo dan Midi. Mau tidak mau, ketika memasuki masa istirahat jelang babak ke-2, kita maju ke depan dan minta tolong kepada petugas steward yang sedang berjaga untuk memanggilkan salah satu maskot untuk berfoto bersama sejenak.

Hal menarik berikutnya [dan harus benar – benar menjadi catatan ke depan] adalah: dengan kebiasaan tidur siang yang biasa dilakukan, kurang lebih di menit 30-an di babak ke-2, A Jamie mulai ngantuk dan mau tidak mau, yang duduknya ada didepan saya akhirnya pindah ke pangkuan biar bisa tidur dengan enak 😀

Serta menyiapkan mental ketika tiba – tiba panggilan alam kecil memanggil, sedangkan waktu pertandingan menyisakan kurang dari 5 menit termasuk didalamnya adalah additional time. Mau tidak mau, kita harus turun ke bawah untuk menuntaskan hasrat yang dimaksud kalau tidak ingin anak kita ngompol.

Mengingat waktu masih ada, diputuskan untuk naik ke atas kembali, namun kemudian apa yang terjadi? Wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir 😀

Alhamdulillah, hasilnya menggembirakan serta dengan kondisi penonton yang tidak terlalu ramai, saya dan A Jamie bisa pulang dengan tenang dan nyaman 🙂

Berikut adalah dokumentasi kegiatannya.

Img-20111111-00261Img-20111111-00263Img-20111111-00264Img-20111111-00265Img-20111111-00266Img-20111111-00268Img-20111111-00269Img-20111111-00271Img-20111111-00272Img-20111111-00273Img-20111111-00274Img-20111111-00275Img-20111111-00276Img-20111111-00277Img-20111111-00278Img-20111111-00283Img-20111111-00284Img-20111111-00286

*Menjadi catatan khusus dari saya adalah: ketika di lokasi / tribun tempat menyaksikan pertandingan, sungguh sebuah privillege bagi sukarelawan bisa nonton langsung dan berfoto bersama di dalam stadion ;)”

Img-20111111-00281Img-20111111-00282Img-20111111-00285

Demikian catatan panjang ini dibuat, sebagai bagian dari penjelasan dari hastag #1stMatch yang merupakan bagian dari kicauan saya di twitter sepanjang hari jumat minggu yang lalu.

Ketika ditanyakan kepada A Jamie: “masih mau nonton langsung ke stadion?” A Jamie jawab: “mau !” 🙂

 

 

 

Piala AFF 2010: Pestanya Calo, Tokoh Politik dan Selebritas…

Jersey_timnas_putih

Piala AFF 2010 mendekati titik puncak, yaitu Final yang mempertemukan Tim Nasional Malaysia dan Indonesia.

Format kandang dan tandang yang telah diterapkan mulai babak Semi Final kemarin, kembali akan dijalani oleh kedua tim, dimana Indonesia akan bertandang ke Stadion Bukit Jalil pada tanggal 26 Desember dan menjadi tuan rumah menjamu Malaysia [sekaligus partai penentuan] pada tanggal 29 Desember 2010 di Stadion Gelora Bung Karno Senayan.

Pada penyelenggaraan Piala AFF edisi tahun 2010 ini, merupakan edisi yang ke-3 kalinya Indonesia menjadi tuan rumah, setelah tahun 2002 dan 2008. Selain itu juga keberhasilan Tim Nasional Indonesia masuk ke Final tahun ini merupakan sukses yang ke-4 kalinya setelah pada tahun 2000 & 2002 dikalahkan oleh Thailand, serta tahun 2004 dikalahkan Singapura.

Kemeriahan dan euforia sangat terasa ketika Tim Nasional Indonesia mencatat hasil gemilang di 3 pertandingan putaran grup, yaitu dengan mengalahkan Malaysia 5 – 1, Laos, 6 – 0 dan Thailand [sekaligus memupus ambisi Bryan Robson] dengan skor 2 – 1. Efek nan luar biasa yang membuat saya kehilangan kata – kata adalah kuatnya pemberitaan mengenai Tim Nasional dengan fokus utamanya adalah mengenai sosok pemain naturalisasi Irfan Bachdim. Sosok yang “diyakini” menjadi magnet luar biasa bagi para individu terutama sekali kaum perempuan untuk kemudian rela datang dan berjuang keras untuk dapat menyaksikan kiprah pemain pujaan mulai saat latihan, kembali ke hotel dan juga ketika bertanding di laga resmi.

Saya tidak akan bahas detail tentang itu, yang ingin coba saya angkat adalah sebenarnya pesta Piala AFF tahun ini sebenarnya milik siapa sih?

Sungguh sebuah pertanyaan yang susah untuk dijawab apabila kita merunut informasi yang telah tersebar di media massa terkait dengan amburadulnya distribusi tiket mulai babak Semi Final. Idealnya, ketika turnamen – yang menjadi agenda rutin AFF setiap 2 tahun sekali- ini digelar, seharusnya suporter dan para penikmat sepakbola sejati lah yang menjadi objek utama dari panitia lokal turnamen. Namun kemudian apa yang terjadi? Sudah menjadi sebuah rahasia umum, apabila setiap ada turnamen besar yang digelar di tanah air, pihak yang diuntungkan selama kegiatan ini adalah CALO.

Apakah saya melebih – lebihkan? Silahkan koreksi saya apabila deskripsi yang saya paparkan diatas adalah salah. {Dari pengalaman yang pernah dialami, tiket pertandingan akan mudah dicari di loket yang tersedia adalah ketika Tim Nasional Indonesia melakukan partai persahabatan dengan negara sahabat]

Bingung dan bertanya – tanya kok ya di jaman yang sudah sedemikian canggih, ketika orang2x Indonesia sudah banyak memiliki gadget paling canggih, kok ya distribusi tiketnya masih dilakukan secara manual. Ketika tiket bisa didistribusikan secara online dan juga “toko – toko” tiket online telah menjamur seiring dengan rutinnya boyband [ups], maksudnya penyanyi dan band – band papan atas luar negeri yang mengadakan konser di Jakarta.

Apakah PSSI & panitia lokal mengalami gagap teknologi? Hanya rumput yang bergoyang yang bisa menjawabnya..

Selain calo, saya juga menyoroti keberadaan tokoh politik dan hiburan negeri ini yang mendadak TimNas. Seperti yang diketahui, kiprah TimNas kali ini mendapat sorotan tajam nan luar biasa meriah dari pihak2x yang dulunya tidak begitu keliatan ketika Tim Nasional Indonesia berlaga. Presiden mendadak sidak dan mendengarkan curhat yang disampaikan oleh punggawa TimNas pada saat persiapan jelang laga Semi Final pada tanggal 13 Desember 2010 kemarin yang kemudian tentunya akan mendorong para tokoh politik untuk mengambil langkah hal yang sama, yaitu mendadak TimNas.

Terkait dengan selebritas, sosok yang dicari dan yang menjadi magnet tentunya sudah tidak perlu diungkapkan disini 😉 Sosok Irfan yang bertampang bule, ganteng dan bisa bikin gol mengundang decak kagum kaum hawa untuk mengenai lebih dekat dan bahkan ada yang berniat untuk bikin agama atas nama Irfan Bachdim. Sungguh sebuah euforia yang bikin saya ngeri dan membuat kulit merinding.

Sebuah tantangan buat Irfan tentunya, mengingat yang bersangkutan usianya masih muda dan kariernya sebagai pemain profesional masih panjang. Jangan sampai hingar bingar dan gemerlap yang saat ini terjadi membuat fokusnya menjadi lepas dan tergoda dengan gemerlap yang ditawarkan diluar karier profesionalnya yang saat ini sedang dibina.

Semoga di akhir Piala AFF 2010 nanti akan menjadi happy ending dan kado yang berkesan buat Indonesia yang sudah cukup lama menantikan prestasi dari Tim Nasional. Setelah cukup lama tenggelam di beberapa ajang sepakbola di semua level usia. Serta selain itu menjadi bahan instropeksi buat pemegang status quo untuk tidak memperpanjang orde kepemimpinannya, mengingat betapa suramnya rejim yang sudah dirintis sejak 2003 silam.

Maju terus Tim Nasional Indonesia, terbang tinggi GARUDAku raih prestasi maksimal dengan menjadi kampiun Piala AFF tahun ini.

Merah putih, You’ll Never Walk Alone!

 

Tetap Menjejakkan Kaki Ke Bumi..

Subjek diatas saya persembahkan khusus kepada semua punggawa TimNas Indonesia yang pada pertandingan lanjutan di ajang AFF Suzuki Cup 2010, mengalahkan Laos dengan skor yang telak 6 – 0.

TimNas Indonesia turun dengan formasi lengkap seperti ketika bertemu dengan Malaysia, langsung menggebrak mulai dari menit pertama. Gol bagi TimNas dipersembahkan oleh Firman Utina [2 go],  M. Ridwan, Irfan Bachdim, Arif Suyono dan Okto Maniani.

Mengenai proses golnya? Ngga perlu diceritakan karena sudah banyak dibahas di media cetak, elektronik dan social media.

Saya ingin menyoroti perkembangan yang diperlihatkan oleh para pemain TimNas kemarin Vs. Laos. Alhamdulillah, ada perubahan yang cukup signifikan, mengingat para pemain mulai berani bermain sabar, memberikan passing kepada teman yang kosong, membuka ruang untuk memberikan kesempatan temannya mencari posisi lowong yang tidak dijaga oleh musuh serta mulai kreatif membuat serangan dari semua sisi lapangan [sayap kanan, kiri dan tengah] serta melalui serangan balik cepat nan mematikan.

Apakah karena lawannya Laos? Yang dilihat secara kasat mata dari segala sudut memiliki ketimpangan yang lumayan signifikan dibandingkan pemain TimNas?

Besar harapan dari kita semua tentunya, bahwa TimNas bermain konsisten dan lebih bermain sabar dan tidak langsung “direct football’ mengirimkan bola ke depan mengarah ke duo striker, mengingat lawan terakhir adalah Thailand yang secara historis merupakan lawan berat [bin musuh bebuyutan] bagi TimNas.

Dilema memang, dengan posisi klasemen grup A saat ini, merupakan sebuah pilihan yang berat buat tim pelatih, apakah akan mempertahankan starting line up seperti ketika Vs. Malaysia & Laos ataukah melakukan rotasi yang besar – besaran untuk menyimpan tenaga dan pikiran untuk menghadapi lawan di grup B untuk partai semifinal?

Alfred Riedl dan tim tentunya sudah merancang serta mempertimbangkan secara matang strategi yang akan digunakan untuk menghadapi Thailand.

Maju terus Garudaku, hadapi semua lawan dengan daya juang tinggi.

Ini Kandang Kita dan selalu ingat: Garuda Upon the Chest! 

Aff_match_summary2

Match summary source: 

Media_httpwwwaffsuzuk_dbhao