Terbanglah Tinggi Garuda Muda…. #SEAGamesXXVI

Timnasu23

Garuda Muda atau Tim Nasional Sepakbola U23 SEA Games XXVI membuka asa dan harapan (terutama) saya (dan bisa jadi harapan bersama) terhadap prestasi olahraga nasional terutama sepakbola, bila menilik penampilan yang sejauh ini mendapatkan apresiasi positif dari para pendukung merah putih.

Fase krusial yang menegangkan menanti, sebagaimana diketahui, hasil sementara menempatkan posisi TimNas U23 pada pole position di Grup A. Sukses mengalahkan Kamboja (6-0), Singapura (2-0) dan Thailand dihajar dengan skor yang meyakinkan 3-1, Garuda Muda berada di peringkat pertama dengan hasil sempurna 9. Hari ini (beberapa jam lagi) Garuda Muda akan memainkan partai terakhirnya, sekaligus bisa dibilang partai penentuan siapa yang akan menjadi juara grup, berhadapan dengan Malaysia.

Sejarah pertemuan kedua negera (disemua level usia, terutama senior) akan menjadi faktor penguat bahwa partai terakhir ini akan menjadi big match yang dinanti oleh seluruh pendukung TimNas Indonesia, (mengingat rasa sakit yang ada ketika kalah di Final Piala AFF masih berasa) sebagai sarana untuk melakukan “balas dendam” dengan hasil akhirnya adalah 3 angka.

Idealnya, hasil imbang merupakan hasil yang memuaskan mengingat dengan jadwal yang sangat padat (tanggal 19 November Semifinal serta berikutnya 21 November Final), coach RD (Rahmad Darmawan) seperti yang pernah disampaikan melalui media akan melakukan rotasi di beberapa posisi serta dengan mempertimbangkan adanya pemain yang mendapatkan kartu kuning (akumulasi kartu kuning berikutnya akan menyebabkan Tibo, Patrich Wanggai & Okto) akan absen di partai SemiFinal 2 hari kemudian.

Harapannya performa Garuda Muda semakin meningkat dan mencapai prestasi yang membanggakan dan menuntaskan dahaga medali emas yang terakhir diperoleh tahun 1991. Serta kemudian mulai menapak meraih prestasi terbaik di ajang Piala AFF, PIala Asia, serta cita – cita yang menjadi impian semua rakyat negeri ini berlaga di putaran final Piala Dunia (dengan catatan, roda organisasi PSSI berfungsi dengan baik dan malah jangan bentuknya masih seperti sekarang, yaitu kotak yang tidak jelas serta tentunya lingkungan pergaulan yang positif buat pemain)

Jangan malah jadi euforia yang sesaat, ingat dengan pengalaman yang pernah terjadi serta kita harus malu dengan performa dari Thailand dan Malaysia yang penampilan tim nasionalnya rutin berada dalam level Asia di semua level tingkatan umur.

Maju terus Garuda Muda, terbanglah tinggi..

 

You’ll Never Walk Alone..

Advertisements

Memberikan Edukasi, How to be a Good Suporter.. #1stMatch

Subjek diatas muncul sebagai respond dari perbincangan yang dilakukan antara saya dengan Sang Pujaan Hati ketika sedang membahas sepakbola SEA Games tahun ini.

Sebagaimana diketahui, gelaran SEA Games kali ini, Jakarta dan Palembang menjadi tuan rumah pelaksaan kompetisi multi event yang telah dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono.

Cabang olahraga sepakbola [khusus pemain U23 – maksimum berumur 23 tahun] SEA Games XXVI sendiri kick off pertamanya telah dimulai sejak tanggal 3 November 2011, dimana pertandingan pertamanya mempertemukan TimNas Vietnam Vs. Filipina.

Back to the story, pembahasan yang terjadi antara saya dan Sang Pujaan Hati seputar mengenai harga tiket masuk ke stadion dan juga betapa serunya bisa nonton langsung dengan mengajak Aa Jamie nonton secara langsung pertandingan Tim Nasional Indonesia dengan datang ke Senayan.

Efek dari obrolan tersebut saya langsung teringat bahwa ada 1 jadwal pertandingan Tim Nasional yang digelar di siang hari bolong, tepatnya jam 14:00. So, dengan perencanaan yang seadanya, diputuskan untuk menyaksikan laga Tim Nasional Vs. Singapura secara langsung ke stadion utama Gelora Bung Karno. Tepat di hari kamis minggu yang lalu langsung mengajukan cuti untuk tidak masuk kantor selama 1 hari untuk tanggal 11 November 2011 minggu lalu.

Akhirnya hari yang dinanti tiba. Saya dan Aa Jamie diberikan perbekalan yang cukup, kita berangkat dari rumah kurang lebih jam 09:30 WIB. Kenapa berangkat terlalu pagi? Asumsinya adalah karena pada hari itu adalah hari jumat, yang sebagaimana diketahui waktunya berdekatan dengan pelaksaan ibadah Sholat Jumat berjamaah, maka diputuskan untuk Sholat Jumat di Mesjid Al Bina Senayan, yang lokasinya sangat strategis dan juga dekat dengan loket penjualan tiket.

Tiba di pintu I kurang lebih 1 jam kemudian, dengan bantuan petugas keamanan yang menanyakan: “Bapak mau beli tiket?” Akhirnya saya dan Aa Jamie bisa masuk dan memarkirkan motor tepat disamping Mesjid Al-Bina. Pasang kunci ganda, langkah kaki penuh semangat menuju loket penjualan tiket yang berada di Pintu I. Ini adalah bagian dari edukasi #1 yaitu beli tiket di loket resmi dan sebisa mungkin menghindari yang namanya calo. Proses beli tiket di loket resmi berjalan lancar, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kurang dari 15 menit, tiket Kategori I sudah berada dalam genggaman tangan.

Kemudian karena berdekatan dengan waktu ibadah Sholat Jumat, maka edukasi #2 lakukan ibadah terlebih dahulu semoga diberikan kelancaran dan berdoa bagi kemenangan Tim Nasional tentunya 😀

Waktu menunggu Sholat Jumat yang agak lama, menyebabkan Aa Jamie ngga sabar dan selalu bertanya: “Ayah sudah jam 2 belum?” Sampai ketika khotib sedang memberikan ceramah, pertanyaan tersebut [kurang lebih] 4 kali terlontar dari mulut A Jamie ;))

Sekitar pukul 12:45, ibadah Sholat Jumat berjamaah selesai, dan masuk ke edukasi berikutnya adalah #3, isi perut terlebih dahulu biar badannya ngga ambruk. Memang sih, mencari makanan “sehat” di seputar stadion susah banget, akhirnya setelah ditimbang – timbang dengan cermat, dan sekaligus juga makanan favoritnya A Jamie adalah sesuatu hal yang terkait dengan mie, maka diputuskan untuk makan siang menunya adalah mie ayam + beli minuman isotonik untuk jaga kondisi supaya ngga terlalu drop banget.

Selesai makan, masih ada waktu yang cukup panjang sebelum kick off, diputuskan untuk masuk ke dalam stadion dan ini juga sebagai bagian edukasi #4, masuk stadion lebih dahulu dengan tujuan untuk mencari posisi yang pas untuk melihat pertandingan dan mudah untuk akses menuju pintu keluar. Mengingat butuh ekstra konsentrasi karena tidak ada siaran ulang dari gol yang terjadi apabila menonton langsung ke stadion.

Surprise, ketika masuk dari Pintu XI, sektor 21 – 22 suasananya masih sepi dan tidak terlalu ramai. Apakah karena waktunya tidak bersahabat buat suporter yang sedang bekerja? Pastinya itu 😀

Masuk stadion, antusiasme A Jamie semakin besar dan tentunya semakin semangat karena bisa tau kondisi stadion lebih detail dan krn kondisinya tdk terlalu rame, saya bebaskan untuk A Jamie bermain sepuasnya dengan pindah dari deretan kursi yang kita duduki, ke deretan depan dan belakang serta berlari – lari kecil. Sembari tetap mengingatkan untuk lebih hati – hati tentunya.

Muncul pertanyaan, “Ayah udah main bolanya belum sih?” ketika melihat punggawa Tim Nasional Indonesia sedang melakukan pemanasan. Lewat penjelasan sederhana, saya sampaikan bahwa mereka sedang melakukan pemanasan agar siap pada saat pertandingannya nanti.

Setelah kurang lebih hampir 1 jam menunggu kick off, akhirnya edukasi #5 diberikan, yaitu menghormati lagu kebangsaan tim lawan dengan berdiri dan menyimak dengan seksama untuk kemudian nantinya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Hasil akhir pertandingan Tim Nasional sudah diketahui, ada 2 hal yang coba saya bagi ke A Jamie yaitu edukasi #6: memberikan dukungan kepada tim dengan cara yang positif dengan menyanyikan yel – yel seperti: Garuda di Dadaku.

Dan edukasi yang terakhir #7 adalah terus memberikan dukungan, walaupun hasrat ingin pulang ke rumah begitu menggebu. Maklum, namanya juga anak – anak, rasa bosan tiba – tiba datang pada saat yang tidak tepat 😀

Hal menarik adalah ketika pertandingan babak pertama sudah digelar 30 menit, fokus perhatian A Jamie terpusat kepada 3 pasang maskot SEA Games 2011, yaitu Modo dan Midi. Mau tidak mau, ketika memasuki masa istirahat jelang babak ke-2, kita maju ke depan dan minta tolong kepada petugas steward yang sedang berjaga untuk memanggilkan salah satu maskot untuk berfoto bersama sejenak.

Hal menarik berikutnya [dan harus benar – benar menjadi catatan ke depan] adalah: dengan kebiasaan tidur siang yang biasa dilakukan, kurang lebih di menit 30-an di babak ke-2, A Jamie mulai ngantuk dan mau tidak mau, yang duduknya ada didepan saya akhirnya pindah ke pangkuan biar bisa tidur dengan enak 😀

Serta menyiapkan mental ketika tiba – tiba panggilan alam kecil memanggil, sedangkan waktu pertandingan menyisakan kurang dari 5 menit termasuk didalamnya adalah additional time. Mau tidak mau, kita harus turun ke bawah untuk menuntaskan hasrat yang dimaksud kalau tidak ingin anak kita ngompol.

Mengingat waktu masih ada, diputuskan untuk naik ke atas kembali, namun kemudian apa yang terjadi? Wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir 😀

Alhamdulillah, hasilnya menggembirakan serta dengan kondisi penonton yang tidak terlalu ramai, saya dan A Jamie bisa pulang dengan tenang dan nyaman 🙂

Berikut adalah dokumentasi kegiatannya.

Img-20111111-00261Img-20111111-00263Img-20111111-00264Img-20111111-00265Img-20111111-00266Img-20111111-00268Img-20111111-00269Img-20111111-00271Img-20111111-00272Img-20111111-00273Img-20111111-00274Img-20111111-00275Img-20111111-00276Img-20111111-00277Img-20111111-00278Img-20111111-00283Img-20111111-00284Img-20111111-00286

*Menjadi catatan khusus dari saya adalah: ketika di lokasi / tribun tempat menyaksikan pertandingan, sungguh sebuah privillege bagi sukarelawan bisa nonton langsung dan berfoto bersama di dalam stadion ;)”

Img-20111111-00281Img-20111111-00282Img-20111111-00285

Demikian catatan panjang ini dibuat, sebagai bagian dari penjelasan dari hastag #1stMatch yang merupakan bagian dari kicauan saya di twitter sepanjang hari jumat minggu yang lalu.

Ketika ditanyakan kepada A Jamie: “masih mau nonton langsung ke stadion?” A Jamie jawab: “mau !” 🙂

 

 

 

Ayo Indonesia Bisa

Sea_games

ayo ayo ayo indonesia bisa

ayo ayo ayo

bangkit bersatulah

ayo ayo ayo kami di sini tuk mendukungmu

 

ayo ayo ayo lepaskan bebanmu

ayo ayo ayo kejarlah mimpimu

ayo ayo ayo kami di sini tuk mendukungmu

Penggalan lagu semangat yang semakin sering didengar, karena rutin ditayangkan di televisi kala jeda sebuah acara televisi.

Ayo Indonesia Bisa, demikian judulnya menjadi theme song SEA Games 26 dimana Indonesia untuk ke-4 kalinya menjadi tuan rumah pesta olahraga negara – negara ASEAN. “Istimewa”nya selain Jakarta, Palembang akan mendampingi mengingat sarana dan prasarana yang cukup menunjang serta dianggap sebagai kota yang paling bersemangat, menurut penilaian SBY..

Ada sejumput kekhawatiran yang menggelayut dalam persiapan Indonesia menjadi tuan rumah multi event yang digelar setiap 2 tahun sekali ini. Faktor utamanya adalah tidak seriusnya pemerintah mendukung kegiatan ini serta terhadap dunia olahraga secara umum. Terbukti dari penetapan Indonesia sebagai tuan rumah SEA Games ke-26 4 tahun yang lalu [kurang lebih] hingga 1 bulan sebelum penyelenggaraan ternyata sebagian besar venue belum siap.

Bayangkan, kurang lebih 4 tahun untuk mempersiapkan diri tapi kemudian apa yang terjadi dilapangan adalah venue yang digunakan sebagian besar bukanlah venue baru dan memanfaatkan venue yang telah ada dengan melakukan renovasi / perbaikan maksimal [kalau ngga mau dibilang seadanya].

Perlu dicatat juga, kontroversi seputar Wisma Atlet di Palembang lebih dominan dan bisa dibilang menjadi “trending topic” karena pihak – pihak yang terkait adalah sosok – sosok vital yang seharusnya fokus kepada persiapan penyelenggaraan.

Hitung mundur telah dilakukan semenjak 10 November tahun lalu, dan beberapa hari ke depan tepatnya 11 November 2011 akan digelar Pembukaan SEA Games 26 yang akan dilaksanakan di sepanjang aliran Sungai Musi, melintasi Jembatan Ampera dan berakhir di Benteng Kuto Besak untuk kemudian di tutup pada tanggal 22 November 2011 di Stadion Gelora Sriwijaya, pelaksanaannya akan berjalan dengan lancar dan Indonesia yang ditunjuk menjadi tuan rumah bisa mengikuti jejak kesuksesan Thailand yang berhasil menjadi tuan rumah yang baik serta menjadi juara umum SEA Games. 

Hitung – hitung mengembalikan memori tahun 1997 kala sukses menyabet gelar juara umum SEA Games..

 

Ayo Indonesia Bisa….!!