Masihkah akan Bertahan?

Penggalan kalimat yang terlintas dibenak saya sebagai respond dari aksi supporter Indoesia yang melakukan demo besar – besaran menyuarakan suara ketidakpuasan terhadap kinerja PSSI terutama sekali mendapatkan fakta bahwa proses verifikasi layaknya tidaknya beberapa calon Ketua Umum PSSI yang maju di Kongres bulan Maret depan mengundang kontroversi dan pertanyaan dari banyak pihak. Seperti diketahui, bahwa tim verifikasi bakal calon Ketua Umum PSSI hanya meloloskan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie sebagai calon yang akan maju di Kongres PSSI dengan tidak meloloskan calon lainnya yaitu: Arifin Panigoro dan George Toisutta

Aksi yang dimulai pada hari selasa dengan mendatangi gedung KPK Kuningan dan kemudian bergerak ke kantor PSSI di komplek Gelora Bung Karno. Gerakan yang sama juga bergulir di beberapa daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Palembang, Semarang, Jepara, Surabaya, Malang, Palangkaraya, dan Makassar serta menjalar hingga ke Papua.

Hingga pada puncaknya hari rabu kemarin dengan datangnya teman – teman supporter dari berbagai daerah dan kemudian menyegel kantor PSSI dan akan menduduki kantor tersebut sampai dengan para pemegang status quo turun dan cita – cita terhadap Revolusi PSSI yang lebih bersih & berwibawa bisa terwujud.

Sebuah aksi yang murni menuntut adanya perbaikan dan perubahan di organisasi PSSI dengan segala dosa serta carut marut yang telah terjadi terutama sekali dengan kontroversi masih bertahannya Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI dengan segala persoalan hukum yang pernah dialaminya. Beberapa kesalahan dan dosa yang tercatat adalah: (dikutip dari beberapa sumber)

Sejak tahun 2004 lalu, Nurdin Halid akrab dengan masalah hukum. Masuk bui, keluar bui, bukanlah hal yang aneh baginya. Pada 16 Juli 2004, ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) periode 2004-2009 ini ditahan sebagai tersangka kasus penyelundupan gula impor ilegal 73 ribu ton. Nurdin kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng Koperasi Distribusi Indonesia (KDI).

Hampir setahun kemudian (16/6/05), dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jaksa tidak terima dan mengajukan kasasi ke MA. Baru pada 13 Agustus 2007, MA menyatakan Nurdin bersalah dan divonis 2 tahun penjara. Nurdin kemudian dituntut 10 tahun penjara dalam kasus gula impor ilegal 56 ton dengan kerugian negara Rp 3,4 miliar pada September 2005. Namun dakwaan ditolak majelis hakim Pengadilan Jakarta Utara pada 15 Desember 2005 karena BAP perkaranya dinilai cacat hukum.

Selain kasus tersebut, Nurdin juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara 2 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Dia pun mendekam di Rutan Salemba. Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia (sumber detik.com)

Dalam dunia sepakbola, ini daftar 10 dosa Nurdin Halid seperti dilansir laman forum diskusi kaskus :

1. Menggunakan politik uang saat bersaing menjadi Ketua Umum PSSI pada November 2003 dengan Soemaryoto dan Jacob Nuwawea.

2. Mengubah format kompetisi dari satu wilayah menjadi dua wilayah dengan memberikan promosi gratis kepada 10 tim yakni Persegi Gianyar, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Persekabpas Pasuruan, Persema Malang, Persijap Jepara, Petrokimia Putra Gresik, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, dan Deltras Sidoarjo.

3. Terindikasi jual beli trofi sejak musim 2003 lantaran juara yang tampil punya kepentingan politik karena ketua atau manajer klub yang bersangkutan akan bertarung di Pilkada. Persik Kediri (2003), Persebaya Surabaya (2004), Persipura Jayapura (2006), Persik Kediri (2006), Sriwijaya FC Palembang (2007), Persipura Jayapura (2008/2009).

4. Jebloknya prestasi timnas. Tiga kali gagal ke semifinal SEA Games yakni tahun 2003, 2007, dan 2009. Tahun 2005 lolos ke semifinal, tapi PSSI ketika itu dipimpin Pjs Agusman Effendi (karena Nurdindi penjara). Terakhir 2010 mengajak timnas pelesiran politik sehingga tak bisa konsentrasi dalam final piala AFF 2010.

5. Membohongi FIFA dengan menggelar Munaslub di Makassar pada tahun 2008 untuk memperpanjang masa jabatannya.

6. Tak jelasnya laporan keuangan terutama dana Goal Project dari FIFA yang diberikan setiap tahunnya.

7. Banyak terjadi suap dan makelar pertandingan. Bahkan, banyak yang melibatkan petinggi PSSI lainnya seperti Kaharudinsyah dan Togar Manahan Nero.

8. Tak punya kekuatan untuk melobi pihak kepolisian sehingga sejumlah pertandingan sering tidak mendapatkan izin atau digelar tanpa penonton.

9. Satu-satunya Ketua Umum PSSI dalam sejarah yang memimpin organisasi dari balik jeruji besi.

10. Terlalu banyak intervensi terhadap keputusan-keputusan Komdis sebagai alat lobi untuk kepentingan pribadi dan menjaga posisinya sebagai Ketua Umum.

Dengan segala data dan fakta yang telah terungkap serta besarnya aksi yang digalang oleh Suporter Indonesia, masihkan Nurdin Halid dan para pemegang status quo bertahan? Sungguh sebuah keberanian dan dibutuhkan tingkat “malu” yang 0% apabila memang ternyata aksi yang saat ini sedang digelar diacuhkan dan dianggap angin lalu oleh para pemegang status quo.

Mengharapkan pemerintah turun langsung & mengambil alih Kongres PSSI? Kok saya ragu dengan hal itu dengan menilik kinerja pemerintahan yang saat ini sedang berjalan dimana kecenderungannya malah lebih banyak menebar pesona dibandingkan hasil nyata yang efeknya dirasakan positif oleh masyarakat.

Pun apabila memang pemerintah turun langsung, harapannya sih intrik politik dan aroma2x persaingan layaknya di Gedung Dewan tidak dibawa ke dalam kongres PSSI dan perlu adanya pengawasan dan ekstra perhatian dari kita pecinta sepakbola tanah air untuk mengawal agar jalannya kongres bebas dari intrik – intrik kotor yang biasanya terjadi di dalam gedung dewan terhormat.

Maju terus supporter Indonesia, semoga cita – cita murni terhadap REVOLUSI PSSI bisa terwujud dan dukungan [baik fisik maupun doa] akan terus mengalir tiada henti.

You’ll Never Walk Alone..!

Oh ya, gerakan teman – teman suporter yang saat ini sedang dilakukan bisa dipantau via Twitter dengan follow @infosuporter hastagnya: #Bergerak

Revolusi_pssiRevolusi_pssi_2

Sumber artikel: 

http://www.beritaunik.net/olahraga/kesalahan-dan-dosa-nurdin-halid-selama-menjabat-ketua-pssi.html 

Sumber gambar: 

 (fotografer: soebatigol)

http://www.detiksport.com/readfoto/2011/02/24/015727/1577871/548/6/ (Fotografer – Mohammad Resha Pratama)

 

Advertisements

Selamat tinggal Fernando Torres

Bingung untuk memilih kalimat yang tepat untuk menyikapi dan bereaksi terkait dengan apa yang terjadi di Inggris, khususnya dengan gemerlap proses jual beli pemain tahap kedua. Mungkin agak sedikit “lebay” namun karena ini menyangkut dengan tim yang saya dukung – Liverpool FC dan juga sosok yang sudah menjadi IKON klub, keinginan untuk melampiaskan curhat ke atas “kertas” mau tidak mau harus dilakukan.

Fernando Torres atau Fernando José Torres Sanz nama lengkap, didatangkan oleh Liverpool FC [untuk selanjutnya akan disingkat dengan LFC] dari tim Spanyol Atlético Madrid dengan memecahkan rekor transfer pembelian pemain termahal yang dilakukan oleh klub sebelum Luis Suarez dan Andy Carroll mendarat di Anfield.

Sebuah kebanggaan tersendiri ketika mendapatkan fakta bahwa Torres memilih LFC   ketimbang tim – tim besar Inggris lainnya yang sama – sama merayu dengan kipasan uang yang lumayan banyak kepada Atlético Madrid untuk bisa mendapatkan sosok yang bisa dibilang sebagai predator ketika berada di kotak penalti. Ada fakta yang membuat rasa bangga itu muncul ketika disalah satu pertandingan La Liga, ban kapten yang dikenakan oleh Torres terlepas dan ada kalimat yang kemudian di zoom, akan terbaca: “You’ll Never Walk Alone”. Walaupun ada yg mengatakan bahwa itu merupakan kado dari teman – temannya di Atlético yang tulisan sebenarnya adalah: We’ll Never Walk Alone.

Agak sumir dan simpang siur memang, namun fakta bahwa Torres menolak pinangan Chelsea dan Man. United mengindikasikan kuat bahwa ada “passion” untuk berlabuh di LFC. Rekor yang tercipta selama kiprahnya bersama LFC adalah menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol diatas 20 gol, setelah Robbie Fowler di musim 1995 – 1996 dan menjadi pemain LFC tercepat yang mampu mencetak 50 gol di kompetisi liga yang dicetak ketika berhadapan dengan Aston Villa pada Desember 2009 yang lalu.

Indikasi dan rumor mengenai Torres sebenarnya sudah terjadi ketika LFC dibeli oleh duo Hicks dan Gillett. Gunjang ganjing Torres diminati [terutama sekali] oleh Chelsea santer terdengar dan berulang kali pula Torres dan Rafa [eks manager LFC] membantah rumor tersebut dan menyatakan masih betah dan bahagia memperkuat LFC yang kemudian ketika memasuki musim 2009 – 2010 tahun lalu dipertegas melalui perpanjangan masa kontrak hingga tahun 2013 dengan pilihan untuk kembali diperpanjang selama 1 tahun dengan gelontoran gaji dalam 1 minggunya sebesar £110,000.

Namun efek dari carut marut & tidak terealisasinya janji dari duo Hicks dan Gillett ternyata berdampak luas bagi klub secara keseluruhan, sehingga mengakibatkan Torres gerah bin geram mengingat kondisi klub yang kurang kondusif diakhir musim 2009/2010  dengan gagal masuk 4 besar serta dipecatnya Rafa dan diawal musim 2010/2011 yang sepertinya tidak ada keinginan untuk mendatangkan pemain bintang untuk merealisasikan impiannya mendapatkan gelar, ditambah dengan rayuan maut yang secara kontinu diluncurkan oleh Chelsea, maka atas nama profesionalisme dan keinginan untuk merengkuh medali, Torres melakukan langkah yang cukup brilliant.

Fakta bahwa Torres pernah melakukan selebrasi dengan mengacungkan 5 jari ketika LFC [pertanda 5 piala UCL] menang telak 4-1 di Old Trafford dan kemudian menggigit kaosnya ketika berhadapan lawan yang sama di Anfield serta yang sungguh sangat signifikan adalah seringnya mencetak gol ketika berhadapan dengan Chelsea [bahkan salah satu selebrasinya mengikuti gaya Rafa yang duduk bersila di lapangan]. Fakta lain yaitu dengan kelahiran anak keduanya disalah satu rumah sakit di Liverpool.

Fakta – fakta yang menyentuh diatas seketika menjadi sia – sia kala mendapatkan kabar ketika Torres meminta dirinya untuk masuk kedalam transfer list untuk dijual ke Chelsea. Proses transfer yang perlu diceritakan tentunya, dengan semua konfirmasi berita dengan tingkat kebenaran mulai dari angka 1 hingga 9, sampai akhirnya tepat di detik – detik akhir menandatangi kontrak dan keluar gambar Torres mengangkat jersey Chelsea.

So, sejarah yang kau torehkan otomatis lenyap dan semua pernyataan adalah sebuah retorika yang basi bin busuk dan langsung masuk folder Recyle Bin.

Good bye Fernando [Torres], you choose your own history and I just hope it wills same like Michael Owen. 

*akhirnya kelar juga gara – gara 1 orang yang tidak bisa disebutkan identitasnya 😛

 

NB: akan ada gambar kejutan yang akan diberikan terkait dengan hal ini 😉

 

Link – link alat bantu:

http://www.liverpoolfc.tv/

http://en.wikipedia.org/wiki/Fernando_Torres

http://www.lfchistory.net/Transfers/ListTop15Bought.aspx

http://www.liverpoolway.co.uk/blog/?p=169

http://www.metro.co.uk/sport/836030-fernando-torres-transfer-a-possibility-admits-liverpools-roy-hodgson

http://soccernet.espn.go.com/news/story?id=667463&sec=england&cc=4716