Menikmati Hidup

Menarik untuk mendeskripsikan definisi kata “hidup”. Menurut Wikipedia: a characteristic that distinguishes objects that have signaling and self-sustaining processes (biology) from those that do not, either because such functions have ceased (death), or else because they lack such functions and are classified as inanimate. Sedangkan menurut American Heritage Dictionary: the property or quality that distinguishes living organisms from dead organisms and inanimate matter, manifested in functions such as metabolism, growth, reproduction, and response to stimuli or adaptation to the environment originating from within the organism yang secara singkat bisa didefinisikan sebagai: the characteristic state or condition of a living organism.

Lupakan semua teori yang sedikit banyak membuat dahi saya berkerut untuk menelaah dan mencerna lebih dalam terhadap setiap kalimat yang dimaksud. IMHO, hidup secara sederhana bisa didefinisikan adalah waktu dimana kita sebagai manusia masih diberikan kesempatan untuk bernafas dengan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida sebagai sebuah hasil proses yang terjadi didalam tubuh.

Terkait dengan menikmati hidup, saya mencoba untuk merefleksikan semua pengalaman yang – Alhamdulillah merupakan kurun waktu yang berkesan buat saya – pernah diterima mulai dari periode balita, sekolah dasar hingga lanjut ke perguruan tinggi dan masuk ke dunia nyata dengan segala tetek bengek yang melingkupinya.

Sungguh sebuah pengalaman yang terindah dan sukar untuk diungkapkan serta bisa jadi akan memakan waktu lebih dari 1 hari dan beberapa halaman blog.

Apa yang sebenarnya ingin diungkapkan adalah, melihat fakta yang terjadi bahwa sesungguhnya hidup ini sudah sangat sulit dan keras serta penuh dengan intrik – intrik yang bisa jadi malah akan membuat penampakan kita akan lebih tua mengingat semakin suburnya uban di rambut kepala.

Sehingga menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri mengingat moment – moment terindah ketika menghabiskan masa taman kanak – kanak di Surabaya kemudian pindah dan mengalami indahnya cinta monyet ketika menginjak masa sekolah dasar di Siak dan Pekanbaru. Berlanjut dengan moment pencarian diri ketika masa Sekolah Menengah Pertama di Pekanbaru dan Bandung yang kemudian diakhiri dengan periode penting dan menjadi pondasi kehidupan saya dalam menjalani kehidupan yang keras ini, yaitu moment indah SMA dan kuliah serta bekerja sembari mencari sang pujaan hati yang sebenarnya.

Hingga saat ini sedang berusaha untuk menikmati semua karunia yang diberikan dengan menjalani sebuah tahapan dengan tingkat konsentrasi dan tanggung jawab yang lumayan besar dan dibutuhkan sebuah pertimbangan matang ketika akan mengambil keputusan karena dampaknya akan sangat panjang di kemudian hari, dengan kedatangan jagoan – jagoan yaitu Jamie Alief dan Fowler Farrel. 

Hanya kemudian yang perlu dicermati adalah saya terkesan dengan salah satu kutipan kata di Pidato Presiden pertama kita Bung Karno, yaitu JAS MERAH, dengan kutipannya: 

Abraham Lincoln, berkata: “one cannot escape history, orang tak dapat meninggalkan sejarah”, tetapi saya tambah: “Never leave history”. Inilah sejarah perjuangan, inilah sejarah historymu. 

Peganglah teguh sejarahmu itu, never leave your own history! 

Peganglah yang telah kita miliki sekarang, yang adalah AKUMULASI dari pada hasil SEMUA perjuangan kita dimasa lampau.

Djikalau [Jikalau] engkau meninggalkan sejarah, engkau akan berdiri diatas vacuum, engkau akan berdiri diatas kekosongan dan lantas engkau menjadi bingung, dan akan berupa amuk, amuk belaka. Amuk, seperti kera kejepit di dalam gelap.

Soekarno, 17 Agustus 1966 Source: http://sejarahnyaindonesia.blogspot.com/2009/07/jas-merah.html

Kutipan pidato yang memiliki makna sangat dalam dan menjadi referensi sekunder selain referensi utama yaitu Al Quran dan Al Hadist dan tentunya.

Semoga “peninggalan – peninggalan” yang terjadi beberapa waktu lalu memberikan kesan yang positif dan hingga saat ini pun saya masih terus berusaha melakukan perbaikan diri terhadap semua hal yang sudah terjadi dan menatap optimis untuk kehidupan yang lebih baik dimasa depan karena kita tidak akan mengetahui Sang Maha Kuasa akan mengarahkan kita menuju arah yang mana.

Demikian curahan hati saya untuk kali ini. Bisa jadi agak sedikit menyimpang dari subjek yang dimaksud dan banyak menggunakan gambaran yang bisa jadi memusingkan namun berharap bahwa benang merah yang coba disajikan bisa terbaca.

Thanks.

 

Advertisements

Kaleidoskop 2010

Tahun 2011 sudah berlalu nyaris satu minggu lamanya, namun berikan ijin kepada saya untuk sedikit memberikan catatan, highlight atau pun kaleidoskop selama 2010 versi pribadi 😀

Satu hal yang pasti, tahun 2010 kemarin tahun yang penuh gejolak dan ritme. Ibarat roda berputar, kadang saatnya kita berada diatas, ada saatnya juga berada di bawah. Beberapa catatan utama yang berkesan buat saya adalah:

Kelahiran putra kedua kami, Fowler Farrel Aqil Nurachman. 9 Juni 2010, bertempat di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, menjadi moment yang membahagiakan karena Aa Jamie akhirnya memiliki seorang adik laki – laki melalui operasi caesar [kembali :D].

Sungguh sebuah proses yang bagi saya ibarat mimpi, karena sempat muncul ketakutan bahwa Aa Jamie akan menolak kehadiran adiknya. Seiring dengan keterlibatannya mengikuti proses persalinan Bundanya, mulai dari pertama kali masuk rumah sakit, kemudian detik – detik jelang dan setelah proses persalinan, lambat laun Aa Jamie menerima adiknya, walaupun dibeberapa kesempatan doi sedikit agak rewel karena cemburu.

Catatan berkesan berikutnya adalah berakhirnya rejim Hicks & Gillett di LIverpool FC. Proses panjang dan melelahkan sampai harus menjalani proses persidangan beberapa kali, rejim yang dirintis sejak 6 Februari 2007 akhirnya berakhir pada bulan Oktober 2010 kemarin. Pemilik yang baru, sama – sama dari Amerika Serikat, New England Sports Venture (NESV) yang dinahkodai oleh John W. Henry memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang lumayan banyak dimana yang paling utama adalah realisasi dari dibangunnya stadion baru yang sebelumnya akan dijanjikan dibuat namun terhadang masalah finansial.

Moment berikutnya yang membuat saya berkesan adalah Final Piala AFF 2010, leg ke-2 pada tanggal 29 Desember yang lalu. Walaupun secara hasil keseluruhan Indonesia harus menerima kenyataan untuk ke-4 kalinya menjadi runner up, namun suasana dan atmosfer serta kemeriahan yang terjadi berlangsung dengan aman, tentram dan bahagia. Tidak ada noda, dalam hal ini adalah kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan setelah pertandingan tidak terjadi pada hari itu dan bahkan yang terlihat adalah bagaimana suporter memberikan dukungan positif kepada Tim Nasional.

Suasana yang sangat jelas terlihat adalah ketika suporter bersatu untuk memberikan semacam pencerahan kepada pemegang status quo, bahwa rejim yang selama ini mereka pertahankan dan jalankan sudah sangat bobrok dan butuh penyegaran total untuk pembenahan dan perbaikan prestasi.

Catatan terakhir yang membuat saya sedih adalah mandeknya prestasi Liverpool FC diajang EPL. Walaupun pemilik berganti, namun dengan asumsi pemilik baru untuk tidak melakukan perubahan total mengingat keterbatasan budget dan juga adaptasi, membuat laju dan prestasi Liverpool FC sampai dengan hari ini tidak begitu mengesankan dan bahkan cenderung mengecewakan suporter. Ditambah dengan komentar – komentar pedas bin menyakitkan kepada Liverpudlian, bisa saya gambarkan bahwa musim kompetisi 2010 – 2011 menjadi musim yang sangat kelabu sepanjang sejarah saya mengikuti sepak terjang Liverpool FC dari semenjak kurang lebih 20 tahun.

Demikian sedikit catatan penting bagi saya yang menghiasi perjalanan hidup sepanjang 2010 kemarin. Semoga di tahun 2011 ini akan menjadi moment perbaikan di semua lini, Tetap memandang optimis bahwa akan adanya kejutan dan berkah yang luar biasa dari Allah SWT, Tuhan YME buat kita semua.

Catatan: saya lampirkan juga beberapa gambar yang terkait 🙂

Fowler1Fowler2Fowler3Fowler4Aa_jamie_sama_dede_farrelImg-20101231-00193Img-20101231-00194Img-20101231-00196Img-20101231-00195Img-20110102-00213Img-20110102-00223
Img-20101229-00169Img-20101229-00170Img-20101229-00171Img-20101229-00172Img-20101229-00173Img-20101229-00174